Buffon Berucap Agresif Di Liga Champions Trend Kemudian Ialah Hal, Masuk Akal Tetapi Dia Tidak Tempramental!

By | Oktober 17, 2019

Emosi Buffon sebagai pemain sangat meluap-luap, dikala dirinya diganjar kartu merah lewat penalti yang kontroversial di laga leg kedua Liga Champions Perempat simpulan ekspresi dominan 2017/18, kala Juventus bertemu dengan Real Madrid.  Kiper kawakan tersebut melayangkan protes keras terhadap wasit Michael Oliver disambung dengan beberapa kata yang menjurus kasar, Oliver pun dibilang sebagai hewan dan tidak punya hati oleh Buffon.

Dibalik emosinya Buffon terhadap sang pengadil memang dianggap masuk akal oleh beberapa pemain Italia tapi tidak dengan Del Piero, alasannya yaitu amarah yang ditampilkan begitu langka dalam pemandangannya. Biasanya dalam situasi ibarat itu Buffon justru tampil sebagai peredam emosi bukan tersulut emosi. Tapi beginilah sepakbola bung, di mana setiap pertandingan sangat menguras emosi apalagi dikala menemui hal kontroversi.

Tetapi Buffon bukan tipikal yang tempramental apabila kita menangkap dari ucapan Del Pierro. Berbeda dengan beberapa pemain ini yang justru populer dengan emosi yang praktis meledak.

Agresivitas Gattuso Sangat Mengintimidasi Lawan Setiap Pertandingan

Emosi Buffon sebagai pemain sangat meluap Buffon Berucap Kasar di Liga Champions Musim Lalu Adalah Hal, Wajar Tetapi Ia Tidak Tempramental!

Gattuso memang populer sebagai pemain yang pantang mengalah di setiap pertandingannya. Pemain bertubuh kecil ini menghabiskan karirnya sebagai pemain AC Milan memang sangat agresivitas terutama kepada pemain lawan. Aksi saling dorong hingga mencekik pernah diperlihatkan oleh pemain yang kini menjabat sebagai instruktur di AC Milan, seringkali Gattuso diganjar kartu alasannya yaitu aksinya yang bergairah tersebut. Lewat sikapnya yang tempramen ia pun mendapat julukan Rhino atau si badak.

Kerap Berkelahi Menjadi Nama Tengahnya

Emosi Buffon sebagai pemain sangat meluap Buffon Berucap Kasar di Liga Champions Musim Lalu Adalah Hal, Wajar Tetapi Ia Tidak Tempramental!

Diego Costa kerap berkelahi dengan bek lawan alasannya yaitu kerap mendapat tekel keras. Wajar saja penyerang haus gol ini memang patut diwasapadi dan dihentikan hingga lolos alasannya yaitu suka menjadi bahaya bagi tim lawan.

Memang performanya di Chelsea tidak menawan ibarat di Atletico Madrid, membuatnya ia kembali lagi ke klub lamanya tersebut alasannya yaitu terlibat konflik dengan Antonio Conte, manajer Chelsea dikala itu. Sebagai catatan Diego Costa melaksanakan cara-cara kasar yang luput dari penglihatan wasit.

Pria Irlandia yang Sering Terlibat Cekcok Sampai Pernah Mematahkan Kaki Lawan

Emosi Buffon sebagai pemain sangat meluap Buffon Berucap Kasar di Liga Champions Musim Lalu Adalah Hal, Wajar Tetapi Ia Tidak Tempramental!

Alf Inge Haaland merupakan korban dikala Roy Keane mentekel kakinya dengan keras dan membuatnya harus pensiun dari sepakbola pada laga Derby Manchester tahun 2001. Tidak ada hal yang ditakuti Roy Keane menimbulkan alasannya ia sering berseteru dengan pemain lawan.

Gelandang asal Republik Irlandia ini pun sering membela rekan setimnya dan maju lebih dulu apabila terlibat perkelahian. Tak jarang juga Roy Keane memarahi wasit apabila keputusan ini merugikan MU dikala itu.

Tak Jarang Juga Pesepakbola Masuk Penjara Karena Tempramennya

Emosi Buffon sebagai pemain sangat meluap Buffon Berucap Kasar di Liga Champions Musim Lalu Adalah Hal, Wajar Tetapi Ia Tidak Tempramental!

Salah satu gelandang Inggris yang cukup bermasalah yaitu Joey Barton. Pemain ini pun pernah masuk ke penjara selama 77 hari akhir perkelahian yang dilakukannya, karena perkelahian yang dilakukan tidak hanya di dalam lapangan namun juga di luar lapangan. Sederet catatan negatifnya menciptakan Joy Barton populer sebagai pemain yang cukup kontroversial.

Keberingasan Pepe Terlihat Dengan Cara  Memperlakukan Pemain LA Liga

Emosi Buffon sebagai pemain sangat meluap Buffon Berucap Kasar di Liga Champions Musim Lalu Adalah Hal, Wajar Tetapi Ia Tidak Tempramental!

Pepe yang kini berseragam Besiktas, memang merupakan bek jago yang bisa membendung serangan lawan lewat aksi penyelematannya. Permainan Pepe di lini belakang semasa berseragam Real Madrid, juga mencerminkan jikalau ia merupakan pemain yang disiplin, namun emosi yang dikadung pemain ini kerap tak bisa dikontrol sehingga langgar fisik hingga perkelahian kerap terjadi.

Kasus paling parahnya yaitu ketika Pepe mendorong pemain Getafe, Javier Casquero hingga jatuh dan Pepe pun dengan tega menendang bab belakang berulangkali.