Sederetan Hoaks Bermunculan Pasca Gempa Dan Tsunami Termasuk Agresi Gerak Cepat Fpi

By | Oktober 16, 2019

Kemarin, sederetan gosip menceritakan perihal agresi gerak cepat FPI ketika membantu korban pasca gempa dan tsunami di Palu yang mengundang decap kagum netizen. Tapi siapa sangka agresi mulia tersebut dikatakan sebagai gosip palsu oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo. Berita palsu tersebut eksklusif dikatakan oleh bab Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu.

“Hoaks Gerak cepat relawan FPI penyelamatan korban gempa Palu 7,7. Faktanya dalam gambar ialah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi,” kata Ferdinandus dilansir dari CNNIndonesia.

Berita hoaks nampaknya selalu mempunyai alurnya sendiri yakni menyebar sesudah ada bencana. Seperti perkara gempa di Banten pertengahan tahun ini yang mana ada beberapa foto menyebar terkait kondisi pasca gempa. Selain soal agresi gerak cepat FPI, berdasarkan Ferdinandus ada sejumlah gosip lain yang hoaks.

Seperti soal bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa Retak yang ternyata masih kondusif dan terkendali. Kemudian ada sejumlah foto gempa tsunami Aceh 26 Desember 2004 yang kembali beredar. Sampai soal prediksi gempa susulan yang terjadi pada tanggal 2 Oktober.

“Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia ini dan iptek yang bisa memprediksi gempa secara pasti,” jelasnya.

Tidak hingga di situ, soal info ada penerbangan gratis dari Makassar menuju Palu bagi keluarga Korban juga tersiar luas. Adapun hal ini sangat mengesalkan bung alasannya ialah dalam kondisi menyerupai ini, masih ada saja segelintir pihak yang membuatkan ketidakvalidan sebuah informasi.

“Faktanya Pesawat Hercules Tentara Nasional Indonesia AU menuju ke Palu diutamakan membawa pinjaman logistik, paramedis, obat-obatan, masakan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, perempuan dan anak-anak, serta pasien ke Makasar,” lanjutnya.

Kominfo pun berharap bahwa masyarakat tidak gampang percaya dengan informasi yang tersebar dan tidak pula membuatkan informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarnnya. Sedang terkait gerak cepat FPI yang dianggap Hoaks, Juru Bicara FPI Slamet Ma’arif membantahanya.

“Tim yang dari sentra sebagian sudah masuk. Sebagian lagi masih di perbatasan untuk masuk, FPI Makassar juga sedang berusaha masuk,” kata Ma’arif ketika dikonfirmasi¬†CNNIndonesia.com.

Ma’rif mengungkapkan setidaknya sudah ada 50 anggota FPI Palu yang bergerak di lokasi bencana. Kemudian ada sekitar 200 anggota lagi yang masih berada di perbatasan.