Ketua Dpp Hanura: “Kalau Hanya Sekedar Minta Maaf, Sama Saja Prabowo Sekelas Ratna Sarumpaet”

By | Oktober 16, 2019

Kebohongan yang dirangkai Ratna Sarumpaet berimbas kepada Prabowo Subianto yang beberapa waktu kemudian mengakui jika Ratna dianiaya. Namun sesudah Ratna mengakui atas kebohongan tersebut, Prabowo yang merasa telah membohongi publik jadinya melaksanakan seruan maaf bung.

Akan tetapi Partai Hanura menilai seruan maaf saja tidak cukup, seyogyanya yang dilakukan oleh Prabowo berdasarkan Inas Nasrullah selaku Ketua DPP Partai Hanura yaitu mundur dari pencapresan.

“Kalau Prabowo jantan alasannya yaitu sudah melaksanakan tuduhan keji, maka seyogya-nya mundur dari pencapresan dan rakyat Indonesia akan mengenang Prabowo sebagai super negawaran. Keren kan? Hahahaha,” kata Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir dikutip dari Detik.

Inas pun juga menyampaikan jika sekedar minta maaf itu sama saja Prabowo menyamaratakan kelasnya dengan Ratna Sarumpaet. Selain itu pernyataan Prabowo yang tidak merasa bersalah alasannya yaitu menganggap timnya masih mencar ilmu sangat tidak masuk akal. Terkait rekam jejaknya yang ikut dalam tiga kali pilpres.

“Apa kata dunia? Mosok Capres yang udah berpengalaman nyapres berkali-kali, kok dapat dikibulin emak-emak rempong sih? Amsyong banget tuh capres! Apes!,” katanya.

Adapun Inas juga menyindir Prabowo dan tim yang gampang tergoda kebohongan Ratna. Menurutnya seseorang Mantan Danjen Kopassus seharsnya sudah mempunyai intelijen yang mumpuni sehingga bencana menyerupai ini tak terjadi di kubu Prabowo.

“Seharusnya dapat mencari info yang akurat dan bukan hanya dari bacotnya Fadli Zon. Bisa saja masyarakat menduga bahwa mereka semua berdramatisasi dalam lakon ‘Ratna Sarumpaet Digebukin’ yang dirancang oleh mereka semua,” tutur Inas.