Gempa Dapat Mengancam Di Mana Saja, Termasuk Ibukota Dki Jakarta

By | Oktober 16, 2019

Di tahun 2018 ini gempa selalu mengancam Indonesia sehabis Banten, Lombok, Palu dan pagi ini ditanggal 2 Oktober 2018, daerah Sumba Timur pun diguncang oleh gempa. Secara ilmiah Indonesia memang berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia yakni Eurasia, Indoaustralia dan Pasifik. Seharusnya dengan kajian ilmiah ibarat itu, Indonesia selaku negara siap untuk menghadapi bencana, termasuk gempa bumi. Namun adakah potensi gempa menyergap ibukota? jawabannya “ADA”.

Sebenarnya ancaman Jakarta sebagai daerah yang bakal terguncang gempa sudah dipaparkan oleh jago geodesi Australia, Achraff Koulali yang dipublikasikan oleh Elsevier pada 2016 dengan penemuannya terkait Sesar Baribis.

Penemuannya terkait Sesar Baribis memang mengundang perdebatan di kalangan ilmuwan. Sesar yang aktif melintang ini dulu dianggap hanya membentang dari wilayah Cilacap di Jawa Tengah sampai daerah Subang, Jawa Barat. Ternyata temuan Koulali menemukan di sekitar 25 kilometer di Selatan Jakarta.

Terkait temuan dari Koulali bung, Pakar geologi dari Pusat Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Dr. Danny Hilman Natawidjaja tidak membantahnya. Bahkan ia menyebutkan secara saintifik riset Koulali ini valid bung!

“Modellingnya sudah betul. Secara saintifik, Ok. Cuma detailnya belum,” ujarnya kepada Tirto dalam artikel “Ancaman Gempa dari Perut Bumi Jakarta”.

Danny pun menambahkan bahwa membutuhkan penelitian secara lanjut terkait merinci kegiatan sesar di perut Jakarta sehingga ada kejelasan yang lebih akurat. Di antaranya dengan menciptakan peta jaringan seismik dan GPS. Riset geologi lain pun perlu dilakukan ibarat penggalian atau peminadaian GPR (Ground-penetring radar).

Secara rekam jejak Danny pernah melaksanakan penelitian perihal ancaman gempa di Indonesia, ibarat gempa di Aceh 2004 dan gempa Mentawai tahun 2010.

 ini gempa selalu mengancam Indonesia sehabis Banten Gempa Bisa Mengancam Di Mana Saja, Termasuk Ibukota DKI Jakarta

Sumber : BBC/Gempa Aceh

Pria lulusan California Institute of Technology ini melaksanakan periode ulang gempa menurut analisis metode data GPS, Citra Satelit atau Mikroatol, sebuah alat yang mengukur terumbu karang yang terangkat atau karam oleh gerakan muka bumi. Perihal di Jakarta, Danny pun pernah mengajukan riset kegiatan sesar ini semenjak dua tahun kemudian tetapi belum muncul respon positif terkait proposalnya.

Padahal prediksi Danny mungkin akan memilukan dan menciptakan kita tak sanggup tidur bung, alasannya ialah gempa dari sesar ini sanggup mencapai 7 skala richter yang sanggup memporak porandakan Jakarta.

“Jika betul terjadi, sudah hancurlah Jakarta. Berhenti kali Republik Indonesia ini.” ujarnya dilansir dari laman yang sama.

 ini gempa selalu mengancam Indonesia sehabis Banten Gempa Bisa Mengancam Di Mana Saja, Termasuk Ibukota DKI Jakarta

Namun kenapa kota Jakarta tidak termasuk ke dalam Peta Gempa Nasional terbaru, ternyata ada beberapa faktor salah satunya faktor infrastruktur. Faktor ini dianggap penting sebagai salah satu penyebab, Danny sendiri padahal merupakan salah satu jago yang menyusun Peta Gempa Nasional. Ada pun apabila Jakarta masuk ke dalam Peta Gempa Nasional akan terjadi kegaduhan yang berdampak pada standarisasi instruksi bangunan tahan gempa yang boros biaya.

“Karena itu, untuk sementara, kita tidak sentuh Jakarta dulu. Jika masuk Jakarta, perlu ada penelitian lebih serius lagi. Mungkin lima tahun ke depan dikala ada revisi peta baru, kita sanggup putuskan cantumkan atau tidak,” tukasnya.

Mengenai hal tersebut Dr. Muhammad Asrurifak, anggota Pokja Katalog Pusat studi Gempa Bumi Nasional (Pusgen) mengatakan, “Basic¬†saya teknik sipil. Dan bukan belahan Geoscience ibarat Pak Danny dan kawan-kawan. Kami punya pertimbangan lagi, alasannya ialah kami yang mendesain bangunan. Kalau kita kaku dengan ancaman gempa, ribut orang,”.

Jelas akan mengundang keributan bung, apalagi kalau berkaca pada bulan Maret kemudian ketika di sosial media heboh menyampaikan kalau gempa berkekuatan 8,7 skala richter akan mengguncang Jakarta. Padahal kabar yang berjudul “Gempa Bumi Megathrust Magnitudo 8.7, Siapkah Jakarta?” itu ternyata ialah belahan dari tema sarasehan Ikatan Alumni Akademi Meteorologi dan Geofisika (IKAMEGA).

 ini gempa selalu mengancam Indonesia sehabis Banten Gempa Bisa Mengancam Di Mana Saja, Termasuk Ibukota DKI Jakarta

Saat itu BMKG pun pribadi menawarkan pernyataan terkait kabar yang menciptakan gundah warga ibukota bahkan cenderung ribut. Meskipun ada sebagian orang yang berharap bahwa info potensi gempa megathrust hanyalah hoax. Kabar tersebut akibatnya menjelaskan bahwa IKAMEGA dikala itu berinisiatif menyelenggarakan diskusi dengan Pemprov DKI guna menyiapkan langkah-langkah mitigasi gempabumi.

Didasari oleh buku “Peta Sumber dan Bahaya Gempabumi Indonesia tahun 2017” yang diterbiktan oleh pakar gempa dari beberapa perguruan tinggi tinggi, lembaga, kementrian termasuk BMKG yang menyampaikan bahwa ada zona tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, yang menunjam masuk ke bawah Pulau Jawa disebut sebagai zona megathrust, dan proses penunjaman lempeng tersebut masih terjadi dengan laju 60-70 mm per tahun.

Langkah mitigasi itu memang harus dilakukan, alasannya ialah Jakarta merupakan daerah yang tingkat kerentanannya cukup tinggi terhadap ancaman gempa ibarat Bandung. Karena kondisi tanah ibukota Indonesia ini berupa endapan aluvial yang sangat sensitif terhadap guncangan.

Untungnya, dilansir dari Tirto, Jakarta gres kelar melaksanakan mikrozonasi gempa, kegiatan ini gres kali pertama dilakukan di Indonesia yang berfungsi untuk menemukan potensi ancaman atau imbas guncangan gempa pada setiap zona. Hasil riset ini biasanya untuk kepentingan rekayasa perancangan dan rencana detail tata ruang di suatu wilayah.

 ini gempa selalu mengancam Indonesia sehabis Banten Gempa Bisa Mengancam Di Mana Saja, Termasuk Ibukota DKI Jakarta

Hasil mikrozonasi ini lantas disimulasikan dengan skenario ancaman sumber gempa, baik ancaman gempa subduksi, benioff atau sesar dangkal. Merujuk gempa dangkal ibarat Sesar Baribis ada tujuh kecamatan yang rawan di Jakarta dan perlu disorot ibarat Tanjung Priok, Penjaringan, Cengkareng, Pesanggrahan, Gambir, Johar Baru, dan Cilandak.

Demi mendapat konteks, data percepatan puncak mesti dikombinasikan dengan data kerentanan bangunan. Data ini pun didapati lewat survei pribadi ke rumah-rumah warga. Survei ini dipimpin pribadi oleh pakar rekayasa struktur ITB, Prof. Iswandi Imran yang menyebutkan kalau lebih banyak didominasi pemukiman di Jakarta akan mengalami kerusakan kalau gempa terjadi.

“Pas kami melaksanakan kajian dan menciptakan kurva kerentanan, kalau lihat angka, hasilnya banyak rusak menengah ke atas. Semua tergantung kepadatan penduduk, struktur bangunan, dan kondisi tanahnya,” kata Prof. Iswandi Imran dikutip dari Tirto.

 ini gempa selalu mengancam Indonesia sehabis Banten Gempa Bisa Mengancam Di Mana Saja, Termasuk Ibukota DKI Jakarta