Miris, Alat Deteksi Tsunami Di Indonesia Ada Yang Dirusak Dan Dicuri!

By | Oktober 15, 2019

Indonesia memang negara yang sangat berpotensi terjadi gempa bumi bung. Karena menurut posisinya yang berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Eurasia, Indoaustralia dan pasifik. Namun, dibalik kondisi yang memprihatinkan tersebut ada saja beberapa orang yang tidak prihatin atas hal ini dengan merusak alat deteksi dini tsunami, yaitu buoy. Bahkan ada juga yang mencuri bung.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan jikalau buoy di Sulawesi Tengah hilang sebab dicuri.  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan jikalau ada beberapa orang yang memang secara sengaja merusak alat-alat yang bekerjasama dengan pengukuran dan deteksi bencana.

“(Kewenangan) BPPT. Tapi bukan hanya buoy, beberapa oknum kita vandalisme. Mereka berharap laba sedikit. Sensor kita, padahal itu sangat penting, ada juga yang dirusak,” kata Kabid Mitigasi Gempa dan Tsunami, Tiar Prasetya dilansir dari Detik.

Padahal sejak masalah tsunami di Aceh tahun 2004 Indonesia memasang beberapa buoy, namun alat tersebut sudah tidak berfungsi lagi. Buoy sendiri diperasikan oleh BPPT yang sangat diharapkan datanya terutama untuk memberitahu wacana adanya tsunami.

“Buoy itu kan untuk validitasi, jikalau buoy tidak ada jadi kita menunggu secara visual,” kata Tiar.

Bahkan Tiar pun geram dan mengkritisi kultur masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana. Baginya Indonesia dinilai sebagai negara yang tidak siap untuk menghadapai tragedi yang memang rutin mengancam Indonesia. Selain itu tidak ada kesadaran akan kepentingan negara menciptakan Indonesia tampaknya percuma dipasang dengan alat canggih semacam itu.

“Kita harus bentuk kultur itu, ciptakan masyarakat aware terhadap bencana. Bencana itu kan siklus, tragedi itu terus terjadi. Sekarang terjadi tragedi sehabis itu ada siklus sehabis bencana, sehabis itu persiapan lagi untuk bencana. Kebiasaan kita, tragedi kaget responsif, sehabis tragedi reaktif, sehabis itu lupa,” imbuh Tiar.