Mereka Yang Dulu Berjaya Di Tim Besar Sekarang Bermain Di Tim Bawah Radar

By | Oktober 15, 2019

Kiprah perjalanan pesepakbola memang tak bisa ditebak alurnya, terkadang ia akan menjadi seseorang yang mendapat sorotan hingga digadang-gadang bakal jadi calon bintang. Ekspetasi yang besar hadir kepada dirinya akibatnya bisa membuatnya mendapat daerah di klub-klub besar, bisa sukses dengan cara itu? bisa, namun tak menutup juga ada yang meredup setelahnya.

Meredupnya pemain akibatnya menciptakan mereka tak lagi menjadi hal yang besar. Terutama dari segi skill, label sebagai wonderkid pun bisa hilang alhasil ia hanya dikenang sebagai pemain bintang gagal atau si bintang yang tak bercahaya. Dulu kita mengenal ada pemain yang mendapat daerah itu semua menyerupai Marko Marin, Ryan Babel hingga Diego Ribas. Mereka bertiga pernah berjaya, tetapi hanya sesaat saja dan tidak lama.

Usia Tak Lagi Muda, Forlan Masih Luar Biasa Meskipun Bermain Di Kancah Asia

Kiprah perjalanan pesepakbola memang tak bisa ditebak alurnya Mereka yang Dulu Berjaya Di Tim Besar Kini Bermain di Tim Bawah Radar

Sebenarnya pemain asal Uruguay ini mempunyai harapan untuk pensiun di Penarol bung, klub pertama yang ia jajaki ketika menjadi pemain sepakbola. Nama Diego Forlan bekerjsama tidak bagus-bagus amat, dan juga tidak jelek. Ia selalu tampil di bawah bayang-bayang namun menjanjikan.

Tak bersinar di Manchester United, ia pindah ke Villareal dan Atletico Madrid, lewat dua klub asal Spanyol Forlan menyerupai menemukan kembali nafasnya ketika bermain bola. Namun kepindahannya ke Inter Milan membuatnya menyerupai hilang di makan Zaman.

Alhasil ia berkelana ke liga-liga di Asia. Sekarang Forlan bermain bersama Kitchee, klub asal Hongkong di usianya yang akan memasuki kepala empat.

Setelah Tampil Ganas di Barcelona, Kini Penampilannya Kian Kandas

Kiprah perjalanan pesepakbola memang tak bisa ditebak alurnya Mereka yang Dulu Berjaya Di Tim Besar Kini Bermain di Tim Bawah Radar

Dulu ia populer menjadi trio ganas di Barcelona sebelum munculnya periode Messi menyerupai sekarang. Tubuhnya pun tak besar dan kecepatannya sangat mengerikan lawan. Tampil trio dengan co-patriot macam Ronaldinho dan Samuel Eto’o, nama Ludovic Giuly sangat harum, apalagi di trend 2005/06 ia membawa Barelona juara La Liga sekaligus Liga Champions.

Di puncak performana ia pun sempat mengalami turunnya performa. Sehingga ia pindah untuk mendapat kembali kematangannya di AS Roma, Paris Saint-Germain, AS Monaco hingga Lorient, tapi tetap saja nama Giuly tak lagi anyir menyerupai di Barcelona sebelum periode Lionel Messi.

Dari Setan Merah ke Persebaya, Sampai Kasta Kelima Liga di Eropa

Kiprah perjalanan pesepakbola memang tak bisa ditebak alurnya Mereka yang Dulu Berjaya Di Tim Besar Kini Bermain di Tim Bawah Radar

Perjalanan karir Eric Djemba-Djemba memang terbilang absurd, transisi dari klub besar ke medioker hingga antah berantah sangat terperinci apabila dilihat dari rekam jejaknya. Kehidupannya yang mewah ketika membela Manchester United harus ditinggal ketika ia pindah ke Aston Villa.

Kemudian mencoba peruntungan di beberapa klub negara lain menyerupai Qatar, Denmark, Israel, Serbia, Skotlandia, India, Indonesia, hingga ke kasta kelima di Swiss dengan bermain di FC Vallorbe-Ballaigues semenjak tahun 2016. Padahal ia merupakan salah satu pemain yang berkontribusi banyak bagi Kamerun ketika menjuarai Piala Afrika tahun 2002.

Dari London ke Asia, Malouda Tak Lagi Bertaji Seperti Dulu Kala

Kiprah perjalanan pesepakbola memang tak bisa ditebak alurnya Mereka yang Dulu Berjaya Di Tim Besar Kini Bermain di Tim Bawah Radar

Masa keemasan Florent Malouda ketika dirinya menjadi winger di Chelsea, ia ditakuti dan menjadi bahaya bagi barisan lini belakang. Konsistensi dan performanya yang matang membuatnya menjuarai gelaran Premier League, Piala FA hingga Liga Champions.

Malouda pun tergoda usia, alhasil ia tak lagi bisa menyaingi para bakat muda di liga-liga Eropa dan hijrah ke klub Mesir, Wadi Degla dan Klub India di DelFC Differdange 03 hi Dynamos. Setelah mencicipi panasnya Liga Super India, Malouda kembali ke Eropa dengan bermain di FC Differdange 03 di Belanda.

Namun usia yang sudah memasuki 38 tahun membuatnya bertahan hanya 5 bulan, sebelum akibatnya memutuskan pensiun dari persepakbolaan.

Berkiprah di Amerika, Namun di Kasta Keduanya, Apakah Ia Harus Pensiun?

Kiprah perjalanan pesepakbola memang tak bisa ditebak alurnya Mereka yang Dulu Berjaya Di Tim Besar Kini Bermain di Tim Bawah Radar

Joe Cole menyampaikan kalau ia mempunyai hobi memancing. Joe Cole pun kurang mendapat angin segar ketika bermain sepakbola terutama di tabrak debutnya bersama Liverpool yang hanya bertahan 45 menit alasannya yakni diganjar kartu merah.

Masa suramnya memang bersama Liverpool dengan dipinjamkan ke beberapa klub medioker menyerupai Lille, West Ham klub pertamanya, Aston Villa dan Conventry City.

Padahal banyak hal simpang siur terkait dirinya yang bakal gantung sepatu, kini ia pergi ke Amerika untuk melanjutkan karirnya namun tidak menyerupai kebanyakan pemain yang pindah ke klub MLS, justru Joe Cole pindah ke klub NASL atau Divisi Dua AS di Tampa Bay Rowdies.