Kesalahan Klasik Yang Sering Bung Abaikan Masa Mengakibatkan Motor Matic Sebagai Tunggangan

By | Oktober 13, 2019

Kemudahan dalam pengoperasian berkendara yang ditawarkan motor matik menjadikannya pilihan masa sekarang terutama bagi kaum adam demi menjalani kegiatan keseharian. Saking mudahnya motor ini hanya perlu menyalakan mesin dan menarik gas saja. Namun, bung percaya tidak? akomodasi ini berimbas terhadap produsen motor yang ada di Indonesia gencar memasarkan produk motor jenis matik.

Menurut Data Asosisasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebuatkan ada 4.509.154 unit skutik yang terjual di sepanjang tahun 2017 dari bulan Januari hingga November. Nah, bergerak dari fakta ini. Kami perlu memberi tahu bung, bagimana jadi pengendara matic yang baik. Sebab ada banyak kesalahan yang tanpa disadari sering jadi pemicu kerusakan pada kuda besi. Kira-kira apa saja kesalahan yang kerap dilakukan sehingga menjadi kebiasaan ya bung?

Saat Macet Tiba, Bung Melakukan Menahan Gas Sembari Menarik Tuas Rem Adalah Kesalahan

Kemudahan dalam pengoperasian berkendara yang ditawarkan motor matik menjadikannya pilihan Kesalahan Klasik yang Sering Bung Abaikan Kala Menjadikan Motor Matic Sebagai Tunggangan

Kesalahan yang dibiasakan dan dianggap masuk akal alasannya yaitu “dianggap” tak berdampak pada performa motor yaitu menahan gas sambil menarik tuas rem bung. Kalau kebiasaan yang salah ini sering dilakukan akan menciptakan kampas kopling cepat aus sehingga harus diganti.

Secara teori kampas kopling akan berputar ketika gas ditarik, sedangkan rumah kopling yang tersistemasi dengan ban belakang berhenti, jadi menyebabkan goresan yang besar dan panas.

Kalau pemakaiannya sempurna kampas kopling diganti ketika roda dua sudah menempuh jarak 30.000 km, namun jikalau bung sering melaksanakan hal itu paling tidak di 18.000 km bung sudah mengganti kampas kopling.

Motor Matic Tak Hanya Oli Mesin Namun Ada Oli Gardan yang Harus Digantikan

Kemudahan dalam pengoperasian berkendara yang ditawarkan motor matik menjadikannya pilihan Kesalahan Klasik yang Sering Bung Abaikan Kala Menjadikan Motor Matic Sebagai Tunggangan

Sama ibarat oli mesin, oli gardan atau transmisi juga mempunyai acara pergantian yang harus dilakukan pemilik motor matik bung. Oli gardan ini wajib digantik ketika roda dua sudah berada di kelipatan 8.000 km. Fungsi dari oli gardan sendiri yaitu melindungi goresan serta menjaga kinerja komponen pada transmisi.

Hanya saja oli transmisi mempunyai umur panjang ketimbang oli mesin alasannya yaitu tidak mendapat panas ketika bekerja. Karena sering diabaikan jadi masuk akal saja jikalau rumah CVT berbunyi bising alasannya yaitu terdapat goresan antar komponen transmisi.

Bung Melakukan Servis Rutin Tapi Tak Memperhatikan Busi dan Filter Udara yang Umurnya Sudah Prihatin

Kemudahan dalam pengoperasian berkendara yang ditawarkan motor matik menjadikannya pilihan Kesalahan Klasik yang Sering Bung Abaikan Kala Menjadikan Motor Matic Sebagai Tunggangan

Selaku pengendara niscaya bung kerap melaksanakan servis secara rutin, tetapi yang bung lakukan niscaya hanyalah melaksanakan pencucian mesin dan ganti oli tanpa menyertakan penggantian busi dan filter. Padahal kedua komponen tersebut sangat penting dalam menjaga performa mesin.

Tarikan gas yang ringan jikalau bung rutin mengganti busi pada pemakaian 8.000 km jikalau bung tidak rutin mengganti akan terjadi tarikan gas yang berat. Sedangkan filter udara wajib digantik ketika 14.000 km atau terlihat kotor.

Drive Belt yang Dibiarkan Kotor Membuat Performa Motor Molor

Kemudahan dalam pengoperasian berkendara yang ditawarkan motor matik menjadikannya pilihan Kesalahan Klasik yang Sering Bung Abaikan Kala Menjadikan Motor Matic Sebagai Tunggangan

Seperti rantai, tugas drive belt dalam motor matik sangatlah vital. Kerap diabaikan sehingga kotor dan jarak dibersihkan bakal menjadikan kerak yang menciptakan umur pemakaiannya pendek dan cepat putus. Kerak dan bubuk tersebut muncul alasannya yaitu bubuk jalanan atau alasannya yaitu oli yang merembes akhir steal yang bocor sehingga masuk ke rumah CVT akhirna bercampur dengan debu.

Silanya bung, kalau drive belt putus bakal menjadikan motor matik tak sanggup digunakan, selain itu komponen lain yang berkaitan juga akan rusak ibarat roller CVT. Selain itu apabila putus pada kecepatan tinggi, kerusakan yang ditimbulkan akan lebih parah.

Lantas Servis yang Baik Mengacu Pada Jangka Waktu Atau Kilometer?

Kemudahan dalam pengoperasian berkendara yang ditawarkan motor matik menjadikannya pilihan Kesalahan Klasik yang Sering Bung Abaikan Kala Menjadikan Motor Matic Sebagai Tunggangan

Banyak pengendara yang menggunakan jangka waktu sebagai pola untuk servis kendaraan. Seperti satu bulan sekali atau dua bulan sekali tetapi ada juga yang mengacu pada jangka kilometer motor yang ditempuh. Menanggapi hal itu Wedijanto Widarso, selaku General Manager Technical Servis Division Astra Honda Motor (AHM), menjelaskan servis terpola lebih baik dilakukan sesuai dengan kilometer yang telah ditempuh kendaraan.

“Kalau servis terpola itu lebih baik patokannya lebih kepada kilometer yang telah di tempuh, bukan jangka waktu,” katanya dilansir dari Viva.